III. PENGORGANISASIAN (ORGANIZING)
3.1. Pengertian
Menurut
Harold Koontz, dkk (1996), pengorganisasian adalah perancangan dan pemeliharaan
sistem peran. Sedangkan menurut James A.F.Stoner dan R.Edward Freeman (1994),
pengorganisasian adalah proses pengaturan dan pengalokasian kerja, wewenang,
dan sumber daya di kalangan anggota organisasi sehingga mereka dapat mencapai
tujuan organisasi secara efisien. Agar peran organisasi terbentuk dan bermakna
bagi setiap orang dalam suatu kerjasama, maka peran itu harus mencakup:
1) Terdapat sejumlah tujuan yang dapat
diverifikasi (yang ditetapkan dalam perencanaan)
2) Konsep yang jelas mengenai kewajiban atau
kegiatan yang harus dilakukan.
3) Bidang kebijakan atau wewenang yang dapat
dimengerti sehingga orang yang memerankannya mengetahui apa yang dapat
dilakukannya untuk mencapai hasil.
Selain itu, agar suatu peran dapat
dilaksanakan harus tersedia informasi, sarana, dan sumber daya lainnya untuk
pelaksanaan suatu peran.
Organisasi yang dimaksud disini adalah
organisasi formal yang dapat dipahami sebagai suatu “struktur peran”. Jadi
organisasi kita anggap sebagai pengelompokkan kegiatan yang diperlukan untuk
mencapai tujuan (yang dapat diverifikasi), penugasan setiap kelompok kegiatan
kepada seorang manajer yang diberi wewenang untuk mengawasinya, dan melakukan
koordinasi secara horizontal dan vertikal dalam struktur organisasi. Struktur
organisasi harus dirancang agar semua orang mengetahui siapa yang bertanggung
jawab atas hasil-hasil (tujuan) yang dicapai. Seorang manajer akan berpendapat
bahwa mereka sedang mengorganisasi kalau mereka sedang membuat struktur
organisasi. Menurut James A.F.Stoner dan R.Edward Freeman (1990) Struktur
organisasi merujuk kepada cara dimana kegiatan-kegiatan organisasi dibagi,
diorganisasi dan dikoordinasikan.
Departementasi dan Rentang Manajemen
Struktur organisasi dapat digambarkan
dalam bentuk bagan organisasi. Sebagai contoh lihat gambar 3.1. Kotak-kotak
menggambarkan departementasi (pengelompokkan kegiatan), kemudian kotak-kotak
itu diatur dalam tingkatan-tingkatan (hierarki manajemen), dan garis-garis yang
menghubungkan kotak-kotak menggambarkan rantai komando atau “siapa melapor
kepada siapa” dan juga menggambarkan hubungan atau koordinasi secara horizontal
dan vertikal. Susunan kotak tersebut membentuk piramida, satu kotak di atas
membawahi beberapa kotak pada setiap hierarki manajemen, hal ini menggambarkan
rentang manajemen (span of authority), yang diartikan sebagai jumlah bawahan
yang secara langsung melapor kepada seorang manajer tertentu.
Rentang Sempit-Struktur Organisasi
Tinggi vs Rentang Luas-Struktur Organisasi Datar
Kalau
dipilih rentang sempit maka struktur organisasinya akan tinggi (gambar
3.1-atas). Sedangkan kalau dipilih rentang luas maka struktur organisasinya
akan datar (gambar 3.1.-bawah). Struktur organisasi tinggi tingkatan-tingkatan
manajemennya (hierarki manajemen) lebih banyak daripada struktur organisasi
datar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar