Selasa, 08 Juli 2014


III. PENGORGANISASIAN (ORGANIZING)




3.1.      Pengertian

Menurut Harold Koontz, dkk (1996), pengorganisasian adalah perancangan dan pemeliharaan sistem peran. Sedangkan menurut James A.F.Stoner dan R.Edward Freeman (1994), pengorganisasian adalah proses pengaturan dan pengalokasian kerja, wewenang, dan sumber daya di kalangan anggota organisasi sehingga mereka dapat mencapai tujuan organisasi secara efisien. Agar peran organisasi terbentuk dan bermakna bagi setiap orang dalam suatu kerjasama, maka peran itu harus mencakup:
1)      Terdapat sejumlah tujuan yang dapat diverifikasi (yang ditetapkan dalam perencanaan)
2)      Konsep yang jelas mengenai kewajiban atau kegiatan yang harus dilakukan.
3)      Bidang kebijakan atau wewenang yang dapat dimengerti sehingga orang yang memerankannya mengetahui apa yang dapat dilakukannya untuk mencapai hasil.
Selain itu, agar suatu peran dapat dilaksanakan harus tersedia informasi, sarana, dan sumber daya lainnya untuk pelaksanaan suatu peran.

Organisasi yang dimaksud disini adalah organisasi formal yang dapat dipahami sebagai suatu “struktur peran”. Jadi organisasi kita anggap sebagai pengelompokkan kegiatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan (yang dapat diverifikasi), penugasan setiap kelompok kegiatan kepada seorang manajer yang diberi wewenang untuk mengawasinya, dan melakukan koordinasi secara horizontal dan vertikal dalam struktur organisasi. Struktur organisasi harus dirancang agar semua orang mengetahui siapa yang bertanggung jawab atas hasil-hasil (tujuan) yang dicapai. Seorang manajer akan berpendapat bahwa mereka sedang mengorganisasi kalau mereka sedang membuat struktur organisasi. Menurut James A.F.Stoner dan R.Edward Freeman (1990) Struktur organisasi merujuk kepada cara dimana kegiatan-kegiatan organisasi dibagi, diorganisasi dan dikoordinasikan.

Departementasi dan Rentang Manajemen
Struktur organisasi dapat digambarkan dalam bentuk bagan organisasi. Sebagai contoh lihat gambar 3.1. Kotak-kotak menggambarkan departementasi (pengelompokkan kegiatan), kemudian kotak-kotak itu diatur dalam tingkatan-tingkatan (hierarki manajemen), dan garis-garis yang menghubungkan kotak-kotak menggambarkan rantai komando atau “siapa melapor kepada siapa” dan juga menggambarkan hubungan atau koordinasi secara horizontal dan vertikal. Susunan kotak tersebut membentuk piramida, satu kotak di atas membawahi beberapa kotak pada setiap hierarki manajemen, hal ini menggambarkan rentang manajemen (span of authority), yang diartikan sebagai jumlah bawahan yang secara langsung melapor kepada seorang manajer tertentu.

Rentang Sempit-Struktur Organisasi Tinggi vs Rentang Luas-Struktur Organisasi Datar

Kalau dipilih rentang sempit maka struktur organisasinya akan tinggi (gambar 3.1-atas). Sedangkan kalau dipilih rentang luas maka struktur organisasinya akan datar (gambar 3.1.-bawah). Struktur organisasi tinggi tingkatan-tingkatan manajemennya (hierarki manajemen) lebih banyak daripada struktur organisasi datar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar